Ahad, 17 Desember 2017
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
# *Seri Harmonisasi Suami Isteri*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
# *Seri Harmonisasi Suami Isteri*
*10 KIAT PERLANCAR KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN(1)*
Salah satu kunci kebahagiaan berumah tangga adalah komunikasi interaksi yang nyaman antara suami dan istri.
Tidak mungkin ada kebahagiaan jika pasangan suami dan istri saling mendiamkan tanpa komunikasi, padahal mereka hidup bersama di rumah yang sama. Tentu akan sangat menyiksa mereka berdua.
Komunikasi yang melegakan adalah bentuk nyata dari keharmonisan keluarga.
Sayangnya, sangat banyak problematika hidup suami dan istri bermula dari ketidaknyamanan komunikasi.
Agar komunikasi antara suami dan istri bisa efektif dan menyenangkan, ada sepuluh aturan yang harus diperhatikan oleh suami dan istri.
1⃣ Aturan Pertama: Lakukan Komunikasi dengan Landasan Cinta
Suami dan istri menjauhkan diri dari perasaan saling curiga, saling tidak percaya, saling menuduh, saling menyalahkan, karena mereka berdua saling mencintai dan mengasihi serta saling menyayangi.
Sangat berbeda antara komunikasi yang berlandaskan cinta dengan benci. Jika landasannya benci, sangat mudah bagi suami dan istri untuk saling mencaci maki dan saling menyakiti.
2⃣ Aturan Kedua: Pahami Ragam Komunikasi
Hendaknya suami dan isteri mengetahui, bahwa komunikasi itu bukan hanya berbicara atau ngomong.
Komunikasi adalah menyampaikan pesan secara tepat, maka media yang digunakan bisa beraneka macam.
Bisa dengan cara berbicara, menulis, ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga menyampaikan pesan lewat berbagai teknologi.
3⃣ Aturan Ketiga: Miliki Sikap Empati
Yang dimaksud dengan empati adalah memposisikan diri pada situasi perasaan dan pikiran yang sedang dialami pasangan.
Jangan memaksakan kehendak kepada pasangan, atau memaksa pasangan berpikir dan merasakan seperti situasi pikiran serta perasaan dirinya.
Hendaknya memahami situasi yang tengah dihadapi oleh pasangan, sehingga lebih tepat dalam membangun komunikasi.
4⃣ Aturan Keempat: Komunikasi SecaraFleksibel
Hendaknya suami dan istri bisa fleksibel dalam gaya komunikasi, dan menjauhi sikap-sikap kaku.
Suatu ketika komunikasi memerlukan suasana dan gaya yang serius, namun ada kalanya lebih efektif menggunakan suasana dan gaya yang santai, tergantung materi pembicaraan dan tujuan dari komunikasi yang dilakukan.
Suami dan istri yang bisa luwes dalam berkomunikasi, akan menjadi pribadi yang memikat, karena akan cenderung menyenangkan pasangan.
Ketika membangun sikap yang kaku, feodal, serta berjarak antara suami dan istri, akan muncul pula kekakuan dan jarak dalam hubungan secara umum.
Misalnya suami yang tidak bisa bercanda, hendaknya bisa menikmati gaya istri yang senang bercanda. Atau seorang istri yang tidak suka suasana serius, hendaknya bisa berkomunikasi dengan suami walau suasananya serius. Dengan keluwesan komunikasi, akan menciptakan tautan hati antara suami dan istri.
# *Ayah Adhi & Ibu Ummu*
# *RKI Setiabudi*
# *Ketahanan Keluarga*
# *RKI Setiabudi*
# *Ketahanan Keluarga*
Yuk *Like* and *Follow FP RKI Setiabudi*
https://m.facebook.com/rki.setiabudi/
Yuk *Like* and *Follow FP RKI Setiabudi*
https://m.facebook.com/rki.setiabudi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar tapi dengan bahasa yang sopan!
Orang Indonesia adalah orang berbudaya malu. Jangan sampai malu-maluin!